Sunday, September 25, 2016

Kisah Nyata: Jenazah Seorang Gadis yang Ditiduri Penggali Kubur. Simayit Dikubur Dalam Junub!

Disuatu hari Saiyidina Umar Al-Khattab menghadap Rasulullah S. A. W
sambil menangis, jadi bertanyalah Rasulullah S. A. W " Wahai Umar, apakah yang membikinkan engkau menangis? " Jawab Umar " Ya Rasulullah, ada seorang di muka pintu ini yang yang sudah membakar hatiku. " Berkata Rasulullah " Ya Umar, bawalah ia masuk. " Lalu Umar membawa pemuda yang tengah menangis itu masuk.



Bertanya Rasulullah S. A. W " Apakah yang sudah engkau kerjakan hingga engkau menangis? " Pemuda itu menjawab " Wahai Rasulullah, saya telah lakukan dosa yang besar! Saya sangat takut pada Allah S. W. T yang sangat murka kepadaku. " Bertanya Rasulullah S. A., W " Apakah anda mempersekutukan Allah? " Jawab pemuda itu " Tak Ya Rasulullah. " Bertanya Rasulullah lagi " Apakah anda membunuh jiwa yang anda tiada hak membunuhnya? " Jawab pemuda itu " Tak Ya Rasulullah. "

Sabda Rasulullah S. A. W " Jadi Allah S. W. T bakal mengampunkan dosa anda meskipun sebesar tujuh petala langit dan bumi dan bukit-bukit. " Berkata pemuda itu " Wahai Rasul Allah, Saya sudah lakukan dosa yang lebih besar dari langit, bumi dan bukit-bukitnya. "

Rasulullah S. A. W bertanya lagi " Apakah dosamu itu semakin besar dari Al-Kursi? " Jawab pemuda itu " Dosaku lebih besar. "

Rasulullah S. A. W bertanya lagi " Apakah dosamu semakin besar dari Arsy? " Jawab pemuda itu " Dosaku semakin besar. " Rasulullah S. A. W bertanya lagi " Apakah dosamu lebih besar dari dimaaf oleh Allah? " Jadi jawab, pemuda itu " Maafnya lebih besar? " Lantas Rasulullah S. A. W bersabda " Sesungguhnya tidak bisa mengampun dosa besar kecuali Allah yang Maha Besar, yang besar pengampunan-Nya. "

Jadi bersabdalah Rasulullah S. A. W " Katakanlah wahai pemuda, dosa apakah yang sudah engkau lakukan? " Jawab pemuda itu " Saya malu akan memberitahumu, Ya Rasulullah.

 Rasulullah bertanya dengan kuat " Beritahu saya apakah dosamu itu? " Jawab pemuda itu " Begini Ya Rasulullah, kerjaku yaitu sebagai penggali pendam. Saya sudah lakukan kerja menggali pendam selam tujuh tahun. Disuatu hari, saya menggali pendam seorang gadis dari kaum Ansar. Setelah saya menanggalkan kain kafannya, jadi saya tinggalkan ia. "

No comments:

Post a Comment