
Qoza’ ternyata sudah didapati pada jaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam serta beberapa teman dekat radhiyallahu ‘anhum. Waktu itu, qoza’ rata-rata dilakukan oleh orang-orang jahiliyah. Sedang untuk umat Islam, Rasulullah menyatakan kalau qoza’ adalah perbuatan yang dilarang.
عَن�' نَافِعٍ مَو�'لَى عَب�'دِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ اب�'نَ عُمَرَ – رضى الله عنهما – يَقُولُ سَمِع�'تُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَن�'هَى عَنِ ال�'قَزَعِ
Dari Nafi’ Maula Abdullah kalau ia mendengar Ibnu Umar radhiyallahu anhuma mengatakan : Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang qoza’ (HR. Bukhari)
Hadits lain lewat jalur Anas bin Malik juga menyatakan larangan yang sama
عَنِ اب�'نِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنِ ال�'قَزَعِ
Dari Ibnu Umar sebenarnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang qoza’ (HR. Bukhari)
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu menerangkan kalau yang disebut dengan qoza’ yaitu :
يُح�'لَقُ بَع�'ضُ رَأ�'سِ الصَّبِىِّ وَيُت�'رَكُ بَع�'ضٌ
Mencukur beberapa rambut dan membiarkan beberapa yang lain (HR. Muslim)
Rasulullah sempat juga lihat qoza’ dengan cara segera lantas beliau melarangnya.
رأَى رسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – صَبِيّاً قَد�' حُلِقَ بَع�'ضُ شَع�'رِ رَأسِهِ وَتُرِكَ بَع�'ضُهُ ، فَنَهَاهُم�' عَن�' ذَلِكَ ، وقال : اح�'لِقُوهُ كُلَّهُ ، أَوِ ات�'رُكُوهُ كُلَّهُ
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah lihat anak yang dicukur beberapa rambutnya serta dilewatkan beberapa yang lain, jadi beliau melarang hal semacam itu serta bersabda : “Cukurlah semuanya atau biarkan seluruhnya” (HR. Abu Daud serta An Nasa’i)
Imam Nawawi menerangkan kalau beberapa ulama sudah setuju kalau qoza’ ini hukumnya makruh. Terkecuali bila untuk keperluan spesifik seperti bekam atau pengobatan. Wallahu a’lam bish shawab. [Bersamadakwah]
No comments:
Post a Comment